"Water - Health - Environment"

Sunday, April 17, 2011

Urgensitas Quality Control Pada Konstruksi Jalan Raya di Timor Leste



Oleh : Eng. Ladislau M.das Dores de Jesus
Penulis adalah National Engineering Consultant pada Lelo dan Aplimentec Engineering Consultant

Dalam era pembangunan sekarang ini  pengawasan mutu (Quality Control) sangat penting terutama untuk proyek –proyek fisik seperti jalan, gedung, jembatan irigasi, dan pelabuhan.  Hal ini perlu diperhatikan karena dana yang dialokasikan untuk bidang infrastruktur sangatlah besar seperti yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Konstitusional IV di tahun 2009 sebagai tahun Infrastruktur.  Kita mesti berkomitmen bahwa konsep strategis pembangunan infrastruktur tersebut harus disertai dengan sistim pengawasasn yang baik untuk menghindari pemborosan dana yang tidak perlu. 

Salah satu urgensitasnya adalah pengawasan kualitas jalan raya. Hal ini penting karena saat ini masalah jalan raya disoroti secara luas. Banyak penilaian ‘miring’ dilontarkan terhadap  proyek-proyek jalan raya di Timor Leste karena dinilai tidak memiliki kualitas yang memadai. Persepsi ini didasarkan pada banyaknya hasil konstruksi jalan raya di Timor Leste yang tidak memenuhi standar mutu. Alhasil, kualitas konstruksi jalan raya yang ada saat ini hanya bersifat tentatif dan tambal sulam.

 Dalam konteks infrastruktur, pengawasan mutu merupakan suatu esensi penentu. Tanpa suatu Quality Control yang memadai kita tidak dapat memastikan bagaimana kualitas suatu konstruksi dapat dijamin. Oleh karena itu, pengawasan mutu harus melalui proses pengawasan yang terpadu seperti pengetesan laboratorium, pengawasan dan tata cara pelaksanaan di lapangan. Dengan pengawasan ketat, baik dan efektif, kita dapat  mengukur bagaimana hasil konstruksi tersebut dapat mencapai tujuan dan targetnya. Proses kontruksi jalan raya harus benar-benar memperhatikan konsep managemen konstruksi seperti perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada pemeliharaan harus diperhatikan secara serius sebagai suatu proses kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama yang lain. Dengan kata lain,  pengawasan mutu menjadi sesuatu urgensitas yang mesti direalisasikan.

Apa itu  Quality Control

Dalam bidang Kontruksi, Kualitas kontrol (Quality Control) merupakan salah satu hal terpenting. Tanpa kualitas yang baik, jelas kontruksi tersebut tidak akan bertahan lama. Konstruksi jalan raya yang baru direhabilitasi tidak sampai  setahun sudah rusak, gedung yang baru dibangun atau direhab telah mengalami retakan atau kerusakan. Hal ini akibat tidak adanya mutu dari konstruksi tersebut. Kualitas Kontrol (Quality Control) adalah suatu tindakan pengawasan (Monitoring)  mutu melalui prosedur yang ada terhadap  kontruksi, baik itu  jalan raya, gedung, jembatan, pelabuhan yang  sedang dikerjakan agar tidak berdampak buruk di kemudian hari. Biasanya untuk jalan, gedung, jembatan  sudah ada umur rencana, misalnya untuk berapa tahun kontruksi tersebut akan dibuat. 

 Pengontrolan mutu pada proyek-proyek berskala besar seperti jalan  biasanya  melalui beberapa prosedur, seperti pengetesan material di laboratorium, pengawasan di lapangan terhadap volume, ukuran (dimensi) serta  tata cara pelaksanaan di lapangan. Untuk material harus melalui pengujian laboratorium untuk mengetahui hasil yang didapatkan apakah sesuai dengan nilai yang diminta atau kurang. Misalnya, pada pengujian laboratorium didapatkan hasilnya kurang dari spesifikasi yang diminta, maka materialnya harus diganti atau dimodifikasi.  

Demikian juga untuk pengawasan ukuran (dimensi) sangat penting bila mengurangi sedikit saja ketebalan dari suatu kontruksi akan berdampak  pada kekuatan dan mutu dari kontruksi tersebut. Hal ini karena ukuran (dimensi) , bahan (material)  yang digunakan  adalah melalui suatu perhitungan teknis.  Dan Pada waktu pelaksanaan di lapangan harus melalui prosedur yang ada. Sebagai salah satu contoh adalah pencampuran beton (komposisi)  dan waktu pengecoran (slump)  perlu diperhatikan agar  hasilnya  maksimal. Lebih dari itu, pengaspalan tidak boleh dikerjakan pada waktu lagi turun hujan karena akan mengurangi daya lekat aspal, pemadatan yang maksimal untuk pondasi bawah (Subbase), pondasi atas (base course), dan lapisan atas (surface) sangat penting untuk pengikatan atau menguncian antara agregat. 

Pencampuran agregat  (Komposisi) untuk subbase, base course dan surface  dilapangan harus melalui test sieve analysis/grading dan pengetesan sand cone test untuk mengetahui kepadatan kering setelah pemadatan ulang untuk subbase serta base course sangat penting bagi pengawasan mutu. Pengetesan abrasi / Los Angeles Value untuk mengetahui keausan agregat (batu) juga tidak kalah penting untuk pengawasan mutu. Inilah beberapa hal penting  yang perlu diperhatikan dalam konstruksi jalan. Lebih penting lagi, seorang teknik  atau supervisi lapangan berkewajiban untuk mengikuti aturan yang ada   agar tidak terjadi kelalaian di lapangan.

Pengawasan Mutu Saat Ini 

Pengawasan Mutu atau Quality Control kontruksi saat ini dilakukan oleh Kementrian Infrastruktur atau lewat kementrian masing-masing. Saat ini ada beberapa kementrian yang telah memiliki teknik / supervisi untuk melakukan pengawasan proyek sendiri, seperti Kementrian Pendidikan dan Kementrian Kesehatan. Tetapi itu semua tidaklah cukup karena kita perlu memiliki satu standar baku sendiri yang  sesuai dengan situasi dan kondisi di Timor Leste.

 Pada kesempatan ini, penulis ingin mengfokuskan sedikit tentang kondisi jalan di Timor Leste. Kita perlu mengklasifikasi jalan seperti jalan propinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan sampai jalan pedesaan (rural) serta berapa luasnya untuk masing –masing jalan tersebut. Perlu juga menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan jalan-jalan tersebut bila suatu saat mengalami kerusakan dan pemeliharaan rutin. Karena, setelah suatu jalan dibangun atau direhab kembali haruslah menentukan siapa saja akan yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan (Maintenance) jalan tersebut. Apakah tanggung Jawab pemeliharaan  dari pusat, daerah distrik / walikota atau desa setempat (kepemilikan) perlu di perjelas. 

Sebagian besar jalan di Timor Leste terutama di daerah pedesaan (rural)  kurang  diberikan prioritas, padahal daerah tersebut terdapat banyak penduduk miskin serta memiliki potensi alam seperti pertanian dan  sumber daya alam lainnya. Jalan di Timor Leste sebagian besar dibangun oleh pemerintah Indonesia seperti jalan propinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan sampai jalan pedesaan. Tetapi sebagian jalan tersebut perlu diperbaiki kembali karena telah mengalami kerusakan. Sebagian dari jalan tersebut  sudah diperbaiki tetapi kondisinya tidak bertahan lama karena sebagiannya telah rusak kembali seperti sebelum diperbaiki. Hal ini sangat memprihatinkan, karena dana untuk merehabilitasi jalan-jalan tersebut tidaklah sedikit. Bagaimana mungkin sebuah jalan diperbaiki beberapa kali dengan banyak mengeluarkan dana. Padahal yang kita harapkan adalah setelah melakukan pemeliharaan dan rehabilitasi maka jalan tersebut bisa bertahan lama,  membantu aktifitas kita dan meningkatkan pendapatan ekonomi.  

Suatu Jalan dibangun atau direhabilitasi karena kita mengharapkan mendatangkan keuntungan dan manfaat dari jalan tersebut untuk jangka waktu tertentu, bukan sebaliknya mendatangkan pemborosan dana, karena kalau tidak untuk apa jalan tersebut dibangun atau diperbaiki.  Maka dari itu, perlu suatu rencana dan program yang matang dan terencana  untuk perbaikan dan rehabilitasi jalan di negara ini. Sebagai contoh, kita ambil jalan rural. Berapa total kilometer jalan rural yang akan direhabilitasi  serta waktu yang ditargetkan untuk penyelesaiannya. Hal ini berlaku juga untuk jalan propinsi, jalan kabupaten dan jalan kecamatan. 

Seperti penulis sampaikan diatas bahwa setelah jalan dibangun atau direhabilitasi, maka pada saat itu juga jalan tersebut memerlukan  pemeliharaan rutin (maintenance) secara berkelanjutan agar fungsi dan manfaat dari jalan tersebut  bisa berlanjut. Dana untuk perencanaan sampai dengan pemeliharaan sudah harus dianggarkan. Seperti pada  jaman Indonesia, ada pengalokasian dana untuk setiap jalan baik itu jalan propinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan dan jalan pedesaan. 

Perlu dana yang tidak sedikit untuk pemeliharaan jalan di Timor Leste. Maka dari itu, pemerintah Timor Leste perlu memikirkan jalan keluarnya.  Pemerintah tidak mungkin mengharapkan uluran tangan terus – menerus dari negara donor untuk mendapatkan dana untuk biaya pemeliharaan jalan. Dari rencana anggaran tahunan pemerintah sudah harus mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan jalan diseluruh teritori Timor Leste. Dana pemeliharaan tersebut bisa diambil bila sewaktu-waktu diperlukan.

Perlu juga diperhatikan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) pada setiap proyek yang dilakukan karena akan memberikan dampak yang besar setelah proyek tersebut selesai dikerjakan. Pada beberapa kasus penulis melihat bahwa proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah atau institusi internasional kurang memberikan suatu acuan yang jelas dalam melindungi lingkungan disekitar proyek tersebut. Sebagai contoh, material seperti batu  untuk konstruksi jalan diambil dari lereng-lereng disekitarnya yang berfungsi untuk kestabilan lereng itu sendiri. Akibatnya,  lereng tersebut mengalami kelongsoran dari pengambilan material tersebut. Dan hal ini sama dengan tambal sulam, memperbaiki yang satu dan merusak yang lainnya. Hasilnya akan ada dana tambahan lagi untuk perbaikan kerusakan tersebut.

Langkah – langkah  Strategis ke Depan 

Untuk kesinambungan pembangunan ini ke depan, maka perlu melakukan langkah – langkah  strategis  dalam menjaga kualitas atau mutu dari proyek-proyek pemerintah baik itu dalam skala kecil, menengah sampai dengan yang berskala besar.  Maka tujuh langkah – langkah strategis  berikut ini dinilai memiliki urgensitas yang mesti diperhatikan:    

Pertama, melakukan pengetesan material di laboratorium sebelum material tersebut digunakan untuk konstruksi. Sebelum pekerjaan kontruksi dimulai maka material yang akan digunakan sudah harus melalui pengetesan/ pengujian  di laboratorium dan disetujui oleh pihak-pihak yang berkompeten bahwa material tersebut telah lolos uji.  

Kedua, melakukan pengawasan dilapangan secara kontinue. Pengawasan ini penting sekali agar setiap pelaksanaan konstruksi  dilapangan berdasarkan pada  spesifikasi dan prosedur yang ada.

Ketiga, Pendataan Jalan (Road Inventory). Melakukan pendataan jalan diseluruh teritori Timor Leste, baik jalan propinsi, jalan kabupaten, jalan kecamatan dan jalan pedesaan.

Keempat, Prioritas. Melakukan prioritas untuk jalan-jalan yang bisa mengakses ke daerah atau pemukikam dimana tingkat atau  taraf hidup masyaraktnya dibawah pendapatan rata-rata. Dan juga memprioritaskan pada jalan yang menghubungkan daeraha-daerah yang berpotensi dalam sumber daya alam seperti pertanian, pertambangan, parawisata dan lain sebagainya.

Kelima, Target. Pencapaian target disini adalah pemerintah dalam hal ini kementrian Inftastruktur sudah harus memiliki program strategis jangka pendek, menengah dan panjang . Sebagai contoh dalam setahun pemerintah sudah harus menargetkan berapa kilometer untuk jalan rural yang sudah bisa dirampungkan atau diselesaikan, demikian juga untuk jalan lainnya. 

Keenam, Dukungan Dana (Finance). Pemerintah harus memikirkan sumber dana untuk pembangunan jalan baru, pemeliharaan jalan atau dana emergensi untuk perbaikan jalan . Apakah dari donor, dari devisa negara atau semacam pungutan dari penguna jalan seperti dijalan tol atau pun sumber lainnya, pemerintah sudah harus  bisa mengantisipasinya. 

Ketujuh, Dampak Lingkungan (Enviroment). Isu global yang perlu kita perhatikan karena berhubungan dengan tempat kita berada,  demi kelangsungan hidup kita dan keseimbangan alam ini. Maka dalam setiap proyek baik itu pemerintah atau pihak manapun harus memperhatikan dampak lingkungan akibat dari proyek yang akan ataupun sedang dikerjakan. 

Ketujuh langkah-langkah di atas merupakan suatu paradigma praktis untuk mengantisipasi keadaan dan kualitas jalan di Timor Leste saat ini. Karena, hakekat dari Quality Control adalah salah satu tindakan pengawasan proyek konstruksi agar hasilnya bisa bermanfaat  dan ekonomis. Perspektif ini mengarisbawahi Quality Control sebagai salah satu isu yang sangat urgen sekali untuk diperhatikan karena menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan pemerintahan ini. 

Oleh sebab itu, pemerintah sangat perlu untuk memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek yang didanai oleh negara. Hal ini bertujuan untuk mengontrol mutu proyek sekaligus menjamin tercapainya tujuan-tujuan strategis dari rencana pembangunan itu sendiri. Tanpa sistim pengawasan yang ketat, baik dan efektif maka seluruh alokasi anggaran yang besar hanya akan sia-sia dan tidak bermanfaat bagi pembangunan nasional.