"Water - Health - Environment"

Thursday, June 17, 2010

PROGRAMA DESENVOLVIMENTO DECENTRALIZADO (PDD)


Oleh : Eng. Ladislau M. das Dores de Jesus
(Consultant Senior Civil Construction pada Lelo and Aplimentec Engineering Consultant) 

Setelah meluncurkan Pakote Referendum (PR) , kini Pemerintah meluncurkan Programa Desenvolvemento Decentralizado  (PDD).  Disini pemerintah mengharapkan bisa mendapatkan respon  positip masyarakat dari hasil sebelumnya yang kurang begitu menggembirakan.

Apakah sistem yang dipakai bisa menjawab permasalahan yang ada sekarang seperti kurang atau minimnya  fasililitas infrastruktur. Kita semua tahu infrastruktur sangat penting sebagai sarana pendukung dalam pembangunan.  Kita membutuhkan kantor, gedung untuk tempat beraktifitas/kerja,  jalan raya sebagai sarana pendukung transportasi, pelabuhan sebagai tempat transit barang, irigasi untuk peningkatan kebutuhan kita akan pangan dan masih banyak lagi fungsi infrastruktur bagi kita. Jadi tanpa infrastuktur yang memadai bisa berdampak kurang baik pada pembangunan bangsa dan negara ini ke depan.  

Pengalokasian dana harus seefisien dan seefektif mungkin agar tujuan pembangunan infrastruktur bisa tercapai dan membawa manfaat bagi masyarakat banyak. Maka dari itu perlu suatu jaminan agar dana tersebut bisa dipergunakan sebaik mungkin dan bisa mencapai targetnya.  Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti :

SUMBER  DAYA MANUSIA

Minimnya sumber daya manusia bisa berakibat pada kesiapan program kerja yang akan dilaksanakan seperti perencanaan, pelaksaanaan, pengawasan, pengevaluasian  serta tindak lanjut proyek . Suatu hal yang perlu diperhatikan saat ini adalah minimnya  tenaga-tenaga professional disetiap departemen.  Sebelum suatu program diluncurkan perlu adanya koordinasi disetiap lini departemen, agar tidak terjadi tumpang tindih program dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah. Koordinasi antara departemen sangat penting  agar dalam pelaksanaannya menjadi program yang menyatu, menyeluruh, saling terkait dan tidak berkesan  berdiri sendiri. Dan pada akhirnya rakyat bisa merasakan pembangunan ini. Dan tidak berkesan uang tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.  Pada proyek Pakote Referendum (PR)  banyak proyek masuk ke desa dan kampung tetapi rakyat masih mengeluh tentang kurangnya sarana air bersih, sarana jalan raya dan lain sebagainya.  Untuk Programa Desenvolvimento Decentralizado (PDD)  pemerintah perlu memperhatikan hal-hal tersebut diatas agar tidak terulang kembali kesalahan yang sama.
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN

Perencanaan itu penting sekali dalam setiap program kerja,  baik itu dalam institusi yang besar seperti pemerintah/negara sampai  dengan institusi yang kecil. Tanpa perencanaan yang baik maka bisa diprediksi bahwa nanti program tersebut tidak akan berhasil dengan baik atau bisa gagal. Dalam perencanaan sudah harus memperhitungkan sumber daya manusia, dana, serta sumber daya lainnya yang bisa mendukung mengsukseskan suatu program kerja.

Sebelum pemerintah meluncurkan suatu proyek berupa konstruksi  pemerintah perlu; Pertama, perlu mempersiapkan dokumen-dukumen  proyek seperti : desain fisik (gambar), spesifikasi teknik, pengalokasian dana untuk proyek. Gambar yang ada harus sesuai dengan kenyataan dilapangan. Banyak gambar yang tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan, banyak yang dicopy sehingga sangat membingunkan orang. Padahal kita tahu bahwa gambar itu sebagai petunjuk dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Kita mengharapkan agar gambar konstruksi dalam PDD harus sesuai dengan kenyataan dilapangan, jangan mengcopy gambar lain sehingga mengbingunkan orang yang melaksanakan proyek.

Kedua,  pembentukan tim pengawasan proyek (staff teknik). Tim pengawasan ini harus berada dilokasi proyek setiap saat untuk mengawasi setiap aktivitas proyek, memberikan petunjuk dan arahan kepada kontraktor dan memastikan bahwa kegiatan kontruksi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ada.  Tanpa pengawasan yang baik dan ketat maka mutu dari proyek tidak akan terjamin. Ketika kita melihat ke belakang selama proyek Pakote Referendum (PR) pengawasan proyek sangat minim dan bisa dikatakan tidak ada sama sekali, waktu itu tim pengawasan hanya datang beberapa kali ke lokasi dan setelah itu dibiarkan saja apa yang dilakukan oleh kontraktor dan  bisa dibayangkan apa yang akan terjadi (tidak  ada jaminan untuk mutu konstruksi).   

Ketiga,  Pemerintah perlu mengalokasi dana operasional seperti biaya perjalanan tim pengawas ke lapangan seperti transportasi ke lokasi, akomodasi di lokasi dan fasiltas pendukung lainnya perlu diperhatikan.

 Keempat, selama kegiatan pengawasan berjalan  harus ada evaluasi pada tiap -tiap proyek untuk memastikan waktu pelaksanaan proyek  tepat waktu, mutu proyek terjamin, ketersediaan dana untuk proyek dan lain sebagainya dengan demikian kita bisa mengantisipasi sedini mungkin masalah yang muncul.

Kelima,  selama proyek berlangsung para staff teknik berkewajiban  memberikan arahan secara teknik kepada kontraktor lokal atau tenaga kerja lokal. Dengan demikian proses transfer teknologi/ pengetahuan  dan peningkatan kapasitas  teknik atau managemen  kepada kontraktor lokal atau tenaga lokal bisa berjalan.

PENGAWASAN

Seperti penulis paparkan diatas bahwa mutu/qualitas konstruksi  itu penting sekali, karena hanya itu jaminan proyek itu berhasil atau tidak, selain waktu pelaksanaan sesuai dengan  jadwal yang sudah ditentukan dan dana yang digunakan  mencapai targetnya (bermanfaat bagi orang banyak).
Ada beberapa prosedur dalam melakukan pengawasan yaitu :

1.       Desain Fisik (Gambar Konstruksi)
Pengawasan suatu proyek dapat melalui desain fisiknya (gambar/drawing), karena dalam gambar (drawing)  kita bisa menentukan ukuran dimensi suatu konstruksi. Bila dalam pelaksanaan kontruksi dilapangan ukuran atau dimensinya tidak sesuai dengan gambar (drawing)  maka bisa mengurangi  mutu/qualitas  konstruksi tersebut. Gambar konstruksi  terdiri dari gambar lokasi, gambar tampak, gambar potongan dan gambar detail.

2.       Spesifikasi Teknik
Dalam spesifikasi teknik sudah ditentukan jenis, ukuran ,material dan proses yang akan digunakan dalam konstruksi. Bila dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang diberikan maka dipastikan mutu konstruksi tidak akan terjamin. Maka dalam pengawasan salah satu hal yang penting adalah harus mengikuti spesifikasi yang ada. Dan kita mengharapkan agar dalam Programa Desenvolvimento Decentralizado (PDD)  semua proyek konstruksi sudah ada spesifikasinya.
3.       Pelaksanaan dilapangan (Metode Kerja)
Dalam pengawasan dilapangan salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan  dilapangan harus melalui metode yang benar. Seperti pengaspalan jalan sebaiknya tidak dilakukan pada waktu turun hujan sehinga bisa mengurangi pengikatan antara aspal dengan agregat, cara memasang profil  untuk konstruksi, cara pengukuran takaran komposisi material untuk konstruksi  dan lain sebagainya.

LANGKAH – LANGKAH STRATEGIS  KE DEPAN

1)      Persiapkan dokumen – dokumen proyek seperti gambar, spesifikasi teknik, BoQ sebelum suatu proyek dilaksanakan.
2)      Persiapkan tim pengawasan yang kompeten untuk pengawasan  proyek konstruksi.
3)      Perketat pengawasan dilapangan untuk menjamin mutu proyek.

Kita semua mengharapkan agar Programa Desenvolvimento Decentralizado (PDD)  bisa berhasil dan  membawa secercah harapan pada rakyat negeri ini. Maka dari itu untuk menjamin Programa Desenvolvimento Decentralizado (PDD) berhasil maka salah satu hal yang tidak bisa ditawar adalah Mutu/ Qualitas dari proyek,  selain dana yang dikeluarkan bisa membawa manfaat bagi orang banyak.
Untuk itu dalam pelaksanaan proyek harus mengikuti setiap prosedur seperti : pengawasan dilapangan melalui gambar yang ada, timeschedule, spesifikasi teknik harus benar-benar diterapkan. Apalah gunanya mengeluarkan uang  banyak tetapi tidak dirasakan manfaatnya.

Rakyat ini selalu menaruh harapan pada pemerintahan AMP dan semoga harapan itu tidak sia-sia belaka. Dan juga sebagai warga Negara yang baik kita perlu mengdukung setiap program pemerintah. Pemerintah  mengharapkan dukungan dari masyarakat luas. Pemerintah mengharapkan  partisipasi dari masyarakat untuk setiap program pemerintah dan masyarakat juga diharapkan selalu proaktif menjaga/memelihara setiap fasilitas yang sudah dibangun pemerintah, seperti milik sendiri. Harus ada rasa memiliki dengan demikian kita bisa memelihara dan menjaga fasilitas-fasilitas tersebut demi kebutuhan kita sendiri dan bermanfaat bagi kita semua. Semoga!